AKHIR PENCARIAN CINTA
on May4 2010AKHIR PENCARIAN CINTA
Oleh : Miranti Rasyid
Sudah lama aku memandangi wajahnya. Sejak mentari masih bersembunyi hingga sang surya membasahi bumi dengan sinarnya yang dahsyat. Pohon-pohon yang rindang kini bergelut manja padaku seakan aku mengajaknya bermain bersama. Dia, seorang gadis yang sejak tadi aku amati, menangis sambil menyandar di bawah pohon yang memberikannya sedikit keteduhan. Perlahan, dia menyeka air mata yang masih membasahi pipinya. Hatiku tergetar untuk menolongnya. Aku mulai beranjak dari tempatku. Tapi, aku mengurungkan niatku sebab dia menghampiriku. Aku memutuskan untuk bersembunyi agar dia tidak mengetahui keberadaanku.
Dia membawa sebuah buku. Aku tak tahu jenis buku yang sedang dibawanya. Dari ciri-cirinya, terlihat seperti sebuah buku harian. Mungkin, buku itu sangat berarti baginya. Sayangnya, aku salah. Buku itu tidak berguna untuknya sebab dia mulai merobek satu persatu isinya. Dia menghancurkan kertas tersebut dengan cara menggenggamnya kuat-kuat, kemudian dia melemparkannya ke arah tempatku bersembunyi. Ya, aku menghindar. Aku beruntung karena kertas itu tidak mengenai wajahku. Gadis itu menangis lagi, bahkan semakin kencang. Apakah karena buku harian itu? Aku tak tahu.



