You are currently browsing the archives for the Uncategorized category.
Ingin Tulisan Anda di Muat di Web Studio Kata?
on Jan9 2012Rekan-rekan, ada kabar menarik dari Studio Kata.
Studio kata menerima tulisan anda berupa cerpen, puisi, opini, artikel, resensi buku, resensi film, dll, untuk di tayangkan tiap minggunya di website studio kata, http://www.studiokata.web.id
cara nya mudah sekali, kirimkan karya tulisan rekan-rekan ke email Studio kata yaitu :
Email to : info@studiokata.web.id
cc : triwahyunirahmat@ymail.com
studio_kata@yahoo.com
subjek : Judul Tulisan - nama penulis (contoh : Cerpen Logika- Tri Wahyuni Rahmat)
Jangan lupa menuliskan biodata tentang penulis di bawah tulisan. Tiap minggu akan ada pemuatan ceren pilihan yang telah kami terima di website studio kata. Dan yang paling menarik……, tiap 1 bulan sekali, Studio Kata akan mengumumkan 1 tulisan terbaik dalam bulan tersebut yang akan mendapatkan PAKET BUKU cantik dari Studio Kata.
Ayo, di tunggu ya karya-karya teman-teman….
Selamat Berkarya…,
STUDIO KATA
RESENSI BUKU DI ANTARA DUA CINTA
on Jan9 2012Resensi Novel Di antara Dua Cinta
Judul Buku : Di Antara Dua Cinta.
Penulis : Inni Indarpuri.
Penerbit : Qiyas Media.
Cetakan Pertama, April 2011.
Jumlah halaman 215.
Saya bertemu penulis novel ini, Inni Indarpuri di acara Dialog Borneo pada September 2011 di Samarinda sewaktu dikenalkan teman saya, Tri Wahyuni. Kami sama-sama diundang pada acara temu sastrawan di wilayah Kalimantan ini, termasuk Brunei dan Malaysia. Kami mengobrol seperlunya dan kami saling bertukar karya buku dan saya mendapat buku ini.
Melihat covernya yang agak meriah dan berbau ABG mengurungkan minat baca saya. Tetapi karena ada cerita tentang pengabdian seorang guru di tengah masyarakat suku perdalaman maka saya penasaran ingin membacanya. Rasanya sangat jarang novel dengan setting pedalaman Kaltim karena tak banyak orang Kaltim yang menulis novel. Setelah saya baca sedikit demi sedikit alur cerita ini lumayan mengasyikkan.
Cerita sebenarnya tak terlalu istimewa. Ada seorang guru muda yang cemerlang bernama Horizon ditugaskan ke pedalaman Sungai Mahakam, Kampung Rikong, Muara Pahu, Kutai Barat, pedalaman Kaltim dan harus meninggalkan kekasih setianya, Zahrasari di Samarinda. Di Kampung Rikong Horizon bertemu sekolah yang bangunannya sederhana dan muridnya belum lancar berbahasa Indonesia. Dia juga menghadapi kenyataan bahwa gurunya hanya dua, transportasi dan komunikasi sangat susah. Horizon berusaha menerapkan segala kemampuannya sebagai motivator yang sering ceramah dan menguasai metodologi pengajaran. Dalam segala keterbatasannya Horizon mampu mengatasi keadaan dan membuat sekolahnya bisa maju dan mempunyai perpustakaan sekolah. Godaan mulai datang saat bertemu dengan bidadari hutan anak kepala suku, Leang dan terjadilah jalinan cerita cinta. Horizon dalam balutan keraguan di antara dua cinta dan konflik dengan kekasih lama Leang, Ayus. Dia nyaris terlibat pada tradisi pemenggalan kepala (Ngayau).
Yang menarik setting cerita dihubungkan dengan cerita perladangan berpindah, berbagai ritual adat, di antaranya penyembuhan penyakit menggunakan roh halus (belian), upacara penguburan mayat di atas pohon (lungun) dan upacara Kwangkai. Penulis cukup piawai menceritakan hal ini. Juga pernak perniknya secara detail.
Penulis juga dapat secara lengkap bercerita tentang ekspedisi Diang ke tebing batu kapur di Long Apari dalam kabut Jeram Panjang di hulu Mahakam. Juga cerita tentang kedasyatan Jeram Udang dan Jeram Panjang yang menjaga agar Long Apari tetap elok alami.
Tentunya novel bersetting pedalaman Kaltim patut diapresiasi karena sangat jarang dijumpai novel dengan genre begini. Terlebih ditulis oleh generasi sekarang dan bukan asli dari suku Dayak. Sebuah dokumentasi adat yang dapat dipahami dengan cerita model novel. Memang ada novel Upacara dari Korrie Layun Rampan yang cukup detail bercerita tentang ritual adat belian.
Kalau ada hal yang patut dikritisi pada buku ini adalah covernya yang meriah. Terlalu cakep dan cantik wajah covernya untuk cerita seorang guru di pedalaman hutan sehingga imajinasinya tidak kena. Judulnya juga terlalu biasa dan umum. Coba kalau ada unsur lokalnya supaya dari judul sudah ketahuan setting ceritanya. Juga beberapa data yang kurang tepat, misalnya cerita Soekarno pernah dibuang ke Pulau Nusakambangan, apa iya? Atau panjang tembok China 7.000 km, coba dicek lagi. Ada sumber foto Jeram Udang dari Google.co.id. Google itu mesin pencarinya, alamatnya bukan di google. Atau mungkin tak perlu gambar-gambar ilustrasi tersebut supaya majinasi penonton dapat lebih leluasa. Jarang novel ada ilustrasi foto. (Sunaryo Broto, Bontang, Oktober 2011)
BUKU KEHAMILAN YANG MENAKJUBKAN
on Jan9 2012Jumlah Hal : 216 lembar
penerbit : Leutika Prio
Editor : Sari Azis
Penulis : Tri Wahyuni Rahmat, Atik Herwening, Astri Paramita, Rosita Dani, Manik P, Sunaryo Broto, Ezrinal Azis, dkk
Sebuah buku yang mengupas pengalaman nyata para ibu saat menjalani kehamilan. Dilengkapi pula oleh penuturan beberapa orang suami ketika menghadapi isteri yang sedang hamil. Beragam kisah mengharukan dan membuat bibir tersungging membentuk senyum geli tersaji di sini. Ada yang mengisahkan dengan kesenduan, ada pula dengan lucu.
Kehamilan pengalaman paling menakjubkan bagi para wanita. Kondisi di mana kekuatan mental dan iman mereka diuji selama sembilan bulan. Berbagai hal mungkin terjadi saat itu. Hal-hal yang terkadang memilukan namun kebanyakan membahagiakan. Pengalaman hidup paling berkesan bagi orang tua setelah mereka menikah.
Anak adalah pelengkap dari sebuah ikatan antar suami isteri. Perekat kuat sepasang ayah bunda dalam sebuah rumah tangga. Semua dirangkum dengan apik oleh Sari Azis dan Tri Wahyuni Rahmat dari lomba menulis Kehamilan yang Menakjubkan di facebook.
Dalam buku ini terdapat tulisan dari rekan penulis Studio Kata, yaitu Tri Wahyuni Rahmat, Amien Wangsitalaja, Manik P, Sunaryo Broto dan Ezrinal Azis.
Tertarik memiliki buku ini? silahkan kirim email : studio_kata@yahoo.com atau 082151197930
DIALOG SASTRA BORNEO XI 2011 DI SAMARINDA
on Oct21 2011Acara Welcome Party Dialog Borneo KalimantanXI di Samarinda.
Acara di buka oleh Gubernur Kaltim Bapak Awang Farouk, di damping
sastrawan Kaltim Korrie Layun Rampan, dan perwakilan sastrawan seluruh Borneo
Mejeng dulu ah … bersama Mbak Sari Azis, Mbak Lyln, dan teman-teman
Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) Samarinda, mba Hesti, Mba RF Dhonna dan Ibu Mahabbah
Tiga Buku Sastra Spektakuler Akan Diluncurkan dalam Dialog Borneo-Kalimantan XI
on May29 2011Oleh : Amien Wangsitalaja
Dialog Borneo-Kalimantan merupakan acara pertemuan sastra internasional yang melibatkan para sastrawan tiga negara satu pulau, yaitu pulau Borneo atau Kalimantan. Ketiga negara yang terlibat adalah Indonesia (Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kalbar), Malaysia Timur (Sabah, Sarawak, Labuan, Miri), dan Brunei Darussalam. Acara pertemuan ini diadakan tiap dua tahun sekali dengan bergiliran tempat pelaksanaannya. Kalimantan Timur siap menjadi tuan rumah untuk pertemuan yang kesebelas di tahun 2011 ini.
Dialog Borneo-Kalimantan XI direncanakan akan berlangsung pada 5-7 Juli 2011 di Samarinda. Beberapa rangkaian acara akan mewarnai Dialog Borneo-Kalimantan XI ini. Acara utamanya berupa seminar sastra dengan menghadirkan pemakalah dari ketiga negara. Acara juga dilengkapi dengan malam pementasan karya sastra dari berbagai wilayah dan negara. Kegiatan akan dipusatkan di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltim dengan diawali jamuan makan malam di Pendopo Lamin Etam.
Acara ini diikuti oleh para undangan serta masyarakat pecinta sastra di Kaltim sebagai tuan rumah. Undangan terdiri dari para sastrawan atau karyawan dari tiga negara se-Kalimantan atau se-Borneo. Diundang juga beberapa sastrawan/karyawan dari luar Borneo—seperti Jawa, Malaysia Semenanjung, dan Singapura—untuk menjadi peninjau. Bagi masyarakat pecinta sastra di Kaltim yang berminat mengikuti kegiatan ini dapat mendaftarkan diri pada Panitia yang bersekretariat di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, di Samarinda.
Panitia juga menyiapkan penerbitan tiga buku sastra yang akan diluncurkan pada acara itu, yaitu buku Kalimantan Timur dalam Sastra Indonesia, Kalimantan dalam Prosa Indonesia, dan Kalimantan dalam Puisi Indonesia. Ketiga buku ini dieditori oleh sastrawan Kaltim Korrie Layun Rampan. Buku-buku ini akan dibagikan kepada para undangan yang telah mendaftarkan diri.
Naskah ketiga buku ini sudah dirancang lama oleh Korrie Layun Rampan, yaitu sejak tahun 2007, dengan berbagai kendalanya. “Tiga naskah yang hampir rampung pada awal 2009 dan telah mencapai sekitar 3000 halaman ketik satu spasi, lebih dari separonya tak terselamatkan terkena virus. Bahan-bahan yang ada harus diketik ulang karena umumnya bahan-bahan itu diseleksi dari berbagai penerbitan yang diburu di berbagai tempat, baik di Kalimantan maupun di berbagai perpustakaan di Jakarta, Medan, Banjarmasin, Surabaya, Mataram, Yogyakarta, Semarang, Malang, Jambi, Bandung, dan lain-lain,” demikian Korrie menceritakan suka duka penyusunan buku-buku ini.
Dengan gigih, Korrie mencari cara untuk mengganti naskah-naskah yang hilang. Dan akhirnya naskah-naskah ini dapat juga disiapkan, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Di antara sastrawan yang terlibat membantu dalam pengumpulan naskah adalah Abdul Rahim Hasibuan, Amien Wangsitalaja, Shantined, dan Zulhamdani AS.
Penerbitan ketiga buku yang keseluruhannya hampir mencapai 3000 halaman tentu membutuhkan ketelitian tersendiri. Untuk itu Korrie dibantu beberapa ahli bahasa yang bertindak sebagai pemeriksa aksara, yaitu Diyan Kurniawati, M.Hum., Nurul Masfufah, M.Pd., dan R.M. Sunny, S.Pd. Setelah itu, naskah masih dibaca dan diedit ulang. Bertindak sebagai proofreader (pembaca ahli) adalah Amien Wangsitalaja yang sekaligus menjadi co-editor.
Buku Kalimantan Timur dalam Sastra Indonesia memperlihatkan perjalanan sastra di Kaltim sejak lahirnya sastra Indonesia modern pada tahun 1946 di Kalimantan Timur. Buku ini merupakan vademecum atau ensiklopedi historis perjalanan sastra Indonesia di Kalimantan Timur. Memuat karya dari hampir seluruh sastrawan dan para pemerhati sastra di daerah ini dari yang tertua kelahiran tahun 1923 sampai yang termuda kelahiran 1994. Buku ini merupakan antologi kompilasi, di dalamnya dimuat karya-karya berupa puisi, cerpen, drama, penggalan novel, dan esai/kritik dari 150 karyawan/penulis Kaltim.
Sementara itu, buku Kalimantan dalam Prosa Indonesia dan Kalimantan dalam Puisi Indonesia merupakan buku yang memperlihatkan eksistensi sastra Indonesia yang lahir dari para sastrawan Kalimantan dari empat provinsi, terutama mereka yang masih giat berkiprah dan penuh antusiasme menulis karya prosa dan puisi hingga kini. Dalam buku Kalimantan dalam Prosa Indonesia dimuat karya prosa (esei, cerpen, drama) dari 55 karyawan/penulis se-Kalimantan dan dalam buku Kalimantan dalam Puisi Indonesia dimuat puisi-puisi dari 60 penyair se-Kalimantan.
Kepada semua karyawan/penulis (atau ahli warisnya) yang termuat dalam ketiga buku ini juga akan dibagikan buku gratis dan honorarium alakadarnya. Untuk itu mereka juga diharapkan mendaftarkan diri pada Panitia. “Panitia akan berusaha menyampaikan undangan kepada seluruh penulis yang tulisannya dimuat, tapi akan lebih baik jika para penulis atau ahli warisnya juga proaktif menghubungi Panitia karena ada beberapa nama yang Panitia kesulitan mendapatkan alamat lengkapnya,” demikian penjelasan Panitia.
Berikut adalah daftar para karyawan/penulis yang karyanya dimuat dalam ketiga buku tersebut.
Daftar Nama 150 Karyawan (Penulis Karya) Kaltim yang Karyanya Dimuat dalam Buku
Kalimantan Timur dalam Sastra Indonesia:
1. KADRIE OENING (1923-1989)
2. SYARIFAH MARYAM BARAKBAH (1926-2000)
3. HAJI AMIR (1926-2000)
4. AHMAD DAHLAN (1928-1986)
5. M. SJARWANI MISKAN (1928-….)
6. MANSYAH USMAN (1928-1998)
7. BURHAN DAHLAN (1931-2000)
8. H. HASANI HA (1932-….)
9. HERMAN SYUKUR (1933-….)
10. BADARUDDIN HAMIDY (1934-2007)
11. MASWAN DACHRI (….-….)
12. ACHMAD NOOR (1934-….)
13. MASRAN (….-….)
14. M. ARDIN KATUNG (1935-…)
15. SUHANA (….-….)
16. OEMARMAYAH E.HS (….-….)
17. NATHANAEL NB (1936-2004)
18. H. MOHAMMAD AINI (1937-….)
19. FLORA INGLIN HARRY MOERDANI (1938-….)
20. M. SATTAR MISKAN (1938-….)
21. MASDARI AHMAD (1939-….)
22. H.M.A. TUMENGGUNG (….-….)
23. BACHRIN MASJHOER (1941-….)
24. RUSMALA DEWI (1941-….)
25. AWANG SHABRIANSJAH (….-….)
26. SUDIN HADIMULYA (1942-2009)
27. YURNALIS NGAYOH (1942-…)
28. HAMDI AK (1942-….)
29. IBRAMSYAH AMANDIT (1943-…)
30. ACHMAD RIZANI ASNAWI (1944-2002)
31. IMDAAD HAMID (1944-….)
32. DJUMRI OBENG (1945-….)
33. YULLY REDZIE (1945-….)
34. JOHANSYAH BALHAM (1947-….)
35. M. JAFAR HARUNA (1951-….)
36. KARNO WAHID (1953-….)
37. KORRIE LAYUN RAMPAN (1953-….)
38.YUVENALIS PAMUNG (1954-….)
39. BUDDY WARGA (DATUK MARANGAN) (1954-….)
40. TATANG DINO HERRO (1955-….)
41. S. IBRAHIM KONONG (….-….)
42. MUGNI BAHARUDDIN (1955-….)
43. ABDUL RAHIM HASIBUAN (1956-….)
44. YUVENALIS LAHAJIR (1957-….)
45. MASRIADY MASTUR (1957-2008)
46. MIZIANSYAH J. (1957-2008)
47. ANDI BURHANUDDIN SOLONG (1957-….)
48. NANANG RIJONO (1958-….)
49. SYAFRIL TEHA NOER (1958-….)
50. ZULHAMDANI AS (1958-….)
51. ROEDY HARYO WIDJONO AMZ (1958-….)
52. RIZAL EFFENDI (1958-….)
53. SYAFRUDDIN PERNYATA (1958-….)
54. SYAMSUL KHAIDIR (1958-2009)
55. ADAM A. CHIEFNI (….-….)
56. YADI AM (….-….)
57. FIECE ESF (….-….)
58. DIAN SAREH CH (….-….)
59. MISMAN RSU (1959-….)
60. MARYATI (1959-….)
61. SAPRUDIN ITHUR (1960-….)
62. SUKARDHI WAHYUDI (1960-….)
63. KONY FAHRAN (1960-….)
64. HAMDANI (1960-….)
65. UNTUNG ERHA (1960-….)
66. ANDROECIA DARWIS (1961-….)
67. HABOLHASAN ASYARI (1961-….)
68. HADRI A. BASYIR (1962-….)
69. HERRY TRUNAJAYA BS (1962-….)
70. DJAHAR MUZAKIR (1963-….)
71. SYAIFUL ARIFIN (1963-….)
72. ELANSYAH JAMHARI (1964-….)
73. YAYA W.S. ARIA SANTYKA (1965-….)
74. SUNARYO BROTO (1965-….)
75. HERMAN A. SALAM (1965-….)
76. HAMSI HAMZAH (1965-….)
77. PARDI SURATNO (….-….)
78. AGUS MUSTAPA (1966-….)
79. WIDI MULYONO (1966-….)
80. FATIMAH ASYARI (1966-….)
81. SITI JUMARIYAH (1967-….)
82. DATU ISKANDAR ZULKARNAEN (1968-….)
83. ATIK SULISTYOWATI (1968-….)
84. ANIROH (1968-….)
85. ATIK SRI RAHAYU (1970-….)
86. YUDIANTI HERAWATI (1971-….)
87. HASAN ASPAHANI (1971-….)
88. GUS NOY (1971-….)
89. AMIEN WANGSITALAJA (1972-….)
90. RIATRI LESTARI SOEMARIYONO (1972-2009)
91. DIDIEN OELOEN (1972-….)
92. SARI AZIS (1972-….)
93. LENY ROSTANTRI (1972-….)
94. SHANTINED (1972….)
95. ARIF ER RAHMAN (1972-….)
96. ANNA MARY (1973-…)
97. RITA WIDYASARI (1973-….)
98. MOYANK (1974-….)
99. BRILL A. MARLUDI (1974-….)
100. DAIAN @ DIYAN KURNIAWATI (1975-….)
101. RINA MEYLANI (1975-….)
102. eMeN @ MIRA NURHAYATI (1975-….)
103. NUR_N (1975-….)
104. D. SUDARYA (1976-….)
105. DANI JULIUS (1976-….)
106. ANDI A. HARBAS (….-….)
107. HERMIYANA (1976-….)
108. UNI SAGENA HASYIM (1977-….)
109. KAHAR AL BAHRI (1977-….)
110. NURUL MASFUFAH (1977-….)
111. MUHAMMAD SADLI (1978-….)
112. HANAFI KOETAI (1978-….)
113. SULTANI (1979-….)
114. ALYA KHASFY (1980-….)
115. DIDIK ERI SUKIANTO (1980-….)
116. SOPHIE (1980-….)
117. ALLIANDA (….-….)
118. TRI WAHYUNI (1980-….)
119. D.H. DEVITA (1980-….)
120. NAJMA AIKO (1980-….)
121. BASIR DAUD (1981-….)
122. KHOIRIYYATUZZAHRO (1981-….)
123. GITA LIDYA (1981-….)
124. NOVIETA CHRISTINA (1981-….)
125. FACHMI RACHMAN (1981-….)
126. MAYA WULAN (1982-….)
127. NURNI JURNI (1983-….)
128. ERNA W. (1983-….)
129. CHITA WIJAYA (1985-….)
130. dEN CIPTO (1985-….)
131. DIAN HERAWATI SITUMORANG (1985-….)
132. KARTIKA HERIYANI (1987-….)
133. JURAIDAH SUTRA (1987-….)
134. SITI MALEHA (1987-….)
135. ANTUNG FIRMANDANA (1988-….)
136. ANDRIANE URAN (….-….)
137. DHENOK PRATIWI (1989-….)
138. FLOS SOCRA (1989-….)
139. FITRIANI UM SALVA (1989-….)
140. FARIDAMIATY (1989-….)
141. ENI AYU SULISTYOWATI (1990-….)
142. LUDVY ALFAUDILLA (1991-….)
143. RINDU EVELINA HUTAPEA (1991-….)
144. AMBAR SULISTYOWATI (1991-….)
145. MIRANTI RASYID (1991-….)
146. ASMAUL ROKIMAH (1992-….)
147. LAILATUL MARDHIYAH (1992-….)
148. AL-QUMAIRA (1992-….)
149. MIFTAHURRAHMAH (1993-….)
150. MEGA AYU MUSTIKA (1994-….)
Daftar Nama 55 Karyawan Kalimantan (Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kalbar)
yang Karyanya Dimuat dalam Buku Kalimantan dalam Prosa Indonesia:
AANT S. KAWISAR (Kalbar)
ABDUL RAHIM HASIBUAN (Kaltim)
ALIANSYAH JUMBAWUYA (Kalsel)
ALI SYAMSUDIN ARSI (Kalsel)
AMIEN WANGSITALAJA (Kaltim)
ARTUM ARTHA (Kalsel)
A.SETIA BUDHI (Kalsel)
ATIK SRI RAHAYU (Kaltim)
ATIK SULISTYOWATI (Kaltim)
BURHANUDDIN SOEBELY (Kalsel)
DAIAN (Kaltim)
DESI ARIANI (Kaltim)
DHENOK PRATIWI (Kaltim)
D.H. DEVITA (Kaltim)
DIDIN OELOEN (Kaltim)
DWI HARIYANTO (Kaltim)
D. ZAUHIDHIE (Kalsel)
ELLA DEVIANTI EFFENDI (Kalbar)
ERMINAWATI (Kaltim)
ERSIS WARMANSYAH ABBAS (Kalsel)
FLORA INGLIN HARRY MOERDANI (Kaltim)
HABOLHASAN ASYARI (Kaltim)
HAJRIANSYAH (Kalsel)
HASAN ASPAHANI (Kaltim)
HERMAN A SALAM (Kaltim)
HERRY TRUNAJAYA BS (Kaltim)
IBNU HS (Kalteng)
IWAN YUSI (Kalsel)
JAMAL T. SURYANATA (Kalsel)
KAYLA UNTARA (Kalsel)
KORRIE LAYUN RAMPAN (Kaltim)
M. ANWAR M. H (Kalteng)
MICKY HIDAYAT (Kalsel)
MISRI AN (Kaltim)
MUHAMMAD SYAFIQ (Kaltim)
NAILIYA NIKMAH JKF (Kalsel)
NALA ARUNG (Kaltim)
NANANG RIJONO (Kaltim)
NURNI K. SULAIMAN (Kaltim)
PRADONO (Kalbar)
R. MUHAMAD SUNNY (Kaltim)
SANDI FIRLY (Kalsel)
SARI AZIS (Kaltim)
SHANTINED (Kaltim)
SRI NORMULIATI (Kalsel)
SUKARDHI WAHYUDI (Kaltim)
SUNARYO BROTO (Kaltim)
SYAFRUDDIN PERNYATA (Kaltim)
TAJUDDIN NOOR GANIE (Kalsel)
TRI WAHYUNI RAHMAT (Kaltim)
UNTUNG ERHA (Kaltim)
WURI HANDAYANI PS (Kaltim)
WIDI MULYONO (Kaltim)
Y.S. AGUS SUSENO (Kalsel)
ZULHAMDANI AS (Kaltim)
Daftar Nama 60 Penyair Kalimantan (Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kalbar)
yang Puisinya Dimuat dalam Buku Kalimantan dalam Puisi Indonesia:
A.A. AJANG (Kalsel)
ABDUL KARIM AMAR (Kalsel)
ABDUL RAHIM HASIBUAN (Kaltim)
AGUS DWI UTOMO (Kaltim)
AHMAD FAHRAWI (Kalsel)
ALI SYAMSUDIN ARSI (Kalsel)
AMIEN WANGSITALAJA (Kaltim)
ANJANI KANASTREN (Kaltim)
ARIEF RAHMAN HERIANSYAH (Kalsel)
ARIFFIN NOOR HASBY (Kalsel)
ARSYAD INDRADI (Kalsel)
ASPIHAN N. HIDIN (Kalsel)
ATIK SRI RAHAYU (Kaltim)
BURHANUDDIN SOEBELY (Kalsel)
DIDIN OELOEN (Kaltim)
EKO SURYADI WS (Kalsel)
ELLYAS SURYANI SOREN (Kalbar)
ERIKA ADRIANI (Kalsel)
EZA THABRY HUSANO (Kalsel)
FITRIANI UM SALVA (Kaltim)
HAJRIANSYAH (Kalsel)
HANNA FRANSISCA (Kalbar)
HASAN ASPAHANI (Kaltim)
IBRAMSYAH AMANDIT (Kalsel)
IWAN YUSI (Kalsel)
JAKA MUSTIKA (Kalsel)
JAMAL T. SURYANATA (Kalsel)
JUNJUNG BUIH (Kaltim)
KARNO WAHID (Kaltim)
KAYLA UNTARA (Kalsel)
KORRIE LAYUN RAMPAN (Kaltim)
LOVIE GUSTIAN (Kaltim)
MAHMUD JAUHARI ALI (Kalsel)
MAMAN S. TAWIE (Kalsel)
M. ANWAR M.H. (Kalteng)
M. FADJROEL RACHMAN (Kalsel)
M. NAHDIANSYAH ABDI (Kalsel)
MICKY HIDAYAT (Kalsel)
MISRI AN (Kaltim)
MIZAR BAZARVIO (Kalbar)
MUGNI BAHARUDDIN (Kaltim)
NANANG RIJONO (Kaltim)
NURDIN YAHYA (Kalsel)
NURUL MASFUFAH (Kaltim)
ODHY’S (Kalbar)
PRADONO (Kalbar)
RITA WIDYASARI (Kaltim)
ROEDY HARYO WIDJONO AMZ (Kaltim)
ROECK SYAMSURI SABERI (Kalsel)
SHANTINED (Kaltim)
SOPHIE RAZAK (Kaltim)
SUKARDHI WAHYUDI (Kaltim)
SUNARYO BROTO (Kaltim)
SYARKIAN NOOR HADIE (Kalsel)
TAJUDDIN NOOR GANIE (Kalsel)
TARMAN EFFENDI TARSYAD (Kalsel)
YUDHISWARA (Kalbar)
ZULFAISAL PUTERA (Kalsel)
ZULHAMDANI AS (Kaltim)
ZURRIYATI ROSYIDAH (Kalsel)
Dialog Borneo-Kalimantan XI: Menjayakan Sastra di Bumi Etam
on May29 2011oleh : Amien Wangsitalaja
Untuk pertama kalinya Kalimantan Timur akan menjadi tuan rumah dari sebuah acara pertemuan sastra internasional. Acara pertemuan sastra internasional ini bernama Dialog Borneo-Kalimantan XI. Dialog Borneo-Kalimantan sendiri merupakan suatu pertemuan sastra berkala yang pesertanya adalah lintasnegara satu pulau, yaitu pulau Borneo atau pulau Kalimantan. Pertemuan ini dilaksanakan tiap dua tahun sekali dengan bergiliran tempat penyelenggaraannya.
Mereka yang terlibat dalam perhelatan ini adalah para sastrawan dan karyawan dari tiga negara, yaitu Indonesia (meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat), Malaysia Timur (meliputi negara bagian Sabah, Sarawak, Miri, dan Labuan), serta Brunei Darussalam.
Beberapa sastrawan Kaltim juga pernah terlibat menghadiri dan menjadi pemakalah dalam acara Dialog Borneo-Kalimantan sebelumnya, di antaranya adalah Mugni Baharuddin (DBK VII di Sarawak, tahun 2003), Amien Wangsitalaja (DBK VIII di Sabah, tahun 2005), dan Korrie Layun Rampan (DBK IX di Brunei Darussalam, tahun 2007).
Perhelatan yang telah berlangsung sejak awal 90-an ini memang dilaksanakan secara bergilir tempat pelaksanaannya; dan beberapa kali berlangsung di wilayah Indonesia, yaitu di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Namun, baru tahun ini Kalimantan Timur siap menjadi tuan rumah.
Dialog Borneo-Kalimantan XI direncanakan akan berlangsung pada 5-7 Juli 2011 ini di Samarinda. Beberapa rangkaian acara akan mewarnai Dialog Borneo-Kalimantan XI ini. Di luar acara utamanya yang berupa seminar sastra, akan dilengkapi juga dengan acara tambahan berupa malam pementasan karya sastra dari berbagai wilayah dan negara serta peluncuran tiga buku sastra yang diterbitkan Panitia, yaitu buku Kalimantan Timur dalam Sastra Indonesia, Kalimantan dalam Prosa Indonesia, dan Kalimantan dalam Puisi Indonesia. Ketiga buku ini dieditori oleh sastrawan Kaltim Korrie Layun Rampan.
Buku Kalimantan Timur dalam Sastra Indonesia memperlihatkan perjalanan sastra di Kaltim sejak lahirnya sastra Indonesia modern pada tahun 1946 di Kalimantan Timur.
Buku ini merupakan vademecum atau ensiklopedi historis perjalanan sastra Indonesia di Kalimantan Timur. Memuat karya dari hampir seluruh sastrawan dan para pekerja sastra di daerah ini dari sastrawan tertua kelahiran tahun 1923 sampai yang termuda kelahiran 1994. Sementara buku Kalimantan dalam Prosa Indonesia dan Kalimantan dalam Puisi Indonesia merupakan buku yang memperlihatkan eksistensi sastra Indonesia yang lahir dari para sastrawan Kalimantan dari empat provisi, terutama mereka yang masih giat berkiprah dan penuh antusiasme menulis karya prosa dan puisi hingga kini. Ketiga buku ini memang dipersiapkan penyunting untuk menyambut Dialog Borneo-Kalimantan XI.
Diharapkan acara pertemuan sastra antarnegara ini akan berlangsung dengan menarik dan menelorkan banyak gagasan untuk semakin berjayanya kehidupan sastra di bumi etam khususnya dan Borneo-Kalimantan pada umumnya.
“Kita berharap di dalam rangkaian acara DBK XI ini nanti akan terpetakan kondisi kehidupan bersastra di berbagai tempat di pulau Borneo-Kalimantan ini serta akan terbahaskan bagaimana jalan keluar untuk menjayakan kehidupan sastra di pulau ini dan bagaimana kekerjasamaan di bidang sastra dan budaya antarwilayah dan antarnegara di Borneo-Kalimantan dirumuskan,” tutur sastrawan Kaltim Amien Wangsitalaja mewakili Panitia.
Acara Dialog Borneo-Kalimantan XI ini didanai oleh Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur yang pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Acara akan dihadiri oleh para sastrawan dan karyawan dari Sabah, Sarawak, Labuan, Brunei Darussalam, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan sastrawan serta masyarakat pecinta sastra di Kalimantan Timur sendiri sebagai tuan rumah. Di luar itu akan diundang juga beberapa sastrawan/karyawan Malaysia (Semenanjung) dan Indonesia non-Kalimantan sebagai peninjau. ***
LAUNCING, BEDAH BUKU & DISKUSI BUKU Karya SUNARYO BROTO
on Dec11 2010STUDIO KATA bekerjasama dengan Club Buku 33,
Mengundang teman-teman dalam acara Launcing, Bedah Buku dan Diskusi karya SUNARYO BROTO, buku Kumpulan Cerpen “Pertemuan di Kebun Raya” dan buku Kumpulan Puisi “Tentang Waktu”
Sabtu, 11 Desember 2010
Pkl : 09.30 – 12.00
Tempat : Gedung Koperasi PKT Bontang
Areal pameran expo
Yuni 085750270590
KESEMPAT MENULIS DI KALTIM POST DAN BONTANG POST
on Dec8 2010* Khusus yang Suka nulis Opini : Bontang post memberikan kesempatan buat yang mau mengirimkan tulisan. Kirimkan tulisan,foto dan identitas diri melalui : Kantor Bontang Post Jl. Ahmad Yani 26 Bontang. atau via email : faisal@kaltimpost.net…
* Khusus yang suka nulis cerpen. Kaltim Post sekarang memberikan kesempatan untuk menyumbangkan cerpen yang bakal di muat setiap minggu. Maksimal 1000 kata. kirim ke email : cerpen@kaltimpost.net di lengkapi identitas lengkap ya









