Resensi “Cinta di Dalam Gelas”

on Jul26 2010

Cinta di dalam gelas, Lelaki Melayu, Kopi dan Catur

Judul : Cinta di Dalam Gelas

Penulis : Andrea Hirata

Penerbit : Bentang

Cetakan Pertama Juni 2010

Hal : 270 hal

Setelah selesai membaca novel dwilogi Padang Bulannya Andrea Hirata, Cinta Di Dalam Gelas, saya jadi ketularan menganalisis. Ini opini, Mungkin diaduk dengan fakta atau bukan fakta. Quartet novel Laskar Pelangi ditutup dengan novel keempatnya, Maryamah Karpov yang kurang mengesankan. Isi novel dibawah ekspektasi pembaca. Juga judulnya ikut menjebak. Dengan judul Maryamah Karpov yang sudah dipublikasikan sebelum buku terbit, menggiring pembaca mengharap isinya kisah tentang Maryamah Karpov. Tetapi nyatanya, buku tersebut tidak menggambarkan kisah Maryamah Karpov. Bahkan nama tersebut hanya disinggung tak lebih dari 2 kali di dalam novel tersebut. Saya sebagai pembaca agak binggung terhadap pilihan judul buku. Kenapa harus diberi judul seperti itu. Apa hubungannya dengan judul buku dan isi, kok tidak nyambung. Sebagian teman berkomentar, wah ini novel kejar tayang. Apa ini karena tekanan penerbit yang ingin memelihara momentum tetap nekat menerbitkan novel Maryamah Karpov, meski isinya tidak nyambung? Atau apa ini model strategi baru pemasaran novel? Isi novel keempat tidak sebagus 3 novel sebelumnya. Dan ini mempengaruhi persepsi pembaca terhadap pengarang, bahwa novel ini menjadi titik mulai declining grafik karyanya.

Novel dwilogi Padang Bulang, tidak menunjukkan titik grafik declining. Novel ini masih sejalan dengan quartet sebelumnya minus Maryamah Karpov. Malah rasanya novel ini lebih tepat diberi judul Maryamah Karpov karena memang bercerita tentang Enong yang bernama asli Maryamah bin Zamzami alias Maryamah Karpov. Diberi tambahan nama Karpov karena dia berhasil menjadi perempuan pertama sekaligus juara catur pertama 3 kali berturut-turut dalam lomba catur 17 Agustusan di kampungnya Ikal dengan menguasai teknik pertahanan benteng bersusun ala Grand Master Anatoly Karpov melalui bimbingan Grand Master Ninochka Stronovsky.  Anatoly Karpov mengenalkan pada dunia dalam pertandingan melawan Grand Master Calvo di Montila, Italia, tahun 1976.

Masih melanjutkan kisah Enong alias Maryamah mengembalikan harga diri dan eksistensinya melalui pertandingan catur. Juga perjuangan tak kenal lelah dari Enong. Bahwa mimpi dan keinginan harus tetap diperjuangkan. Tak ada yang tak mungkin. Asal berusaha keras pasti bisa tercapai. Hal ini dibuktikan dengan perjuangan Enong dari anak yatim, jebolan kelas 6 SD, menjadi kuli tambang, gagal berumah tangga, tak bisa main catur dan akhirnya bisa menjadi juara catur 3 kali berturut-turut dan memegang piala abadi. Dan cita-citanya sebagai guru bahasa Inggris juga tercapai dengan membuka kursus kecil-kecilan di kampungnya. Semua diraih dengan upaya keras dan memelihara mimpi.

Novel ini juga menunjukkan bahwa penulisnya memang kampiun bercerita. Pengidap berat sakit gila nomor 99 yang berobsesi menganalisis segala hal dan menghubungkan satu cerita dengan cerita lainnya. Satu tokoh dengan tokoh lain. Tokoh yang diciptakan juga unik-unik, kalau tidak bisa dibilang gila he..he.. Membuat peristiwa biasa menjadi peristiwa penting. Membuat tokoh biasa menjadi tokoh penting. Menyiptakan istilah-istilah unik tentang dunia perkopian, seperti Lelaki Melayu kopi dan catur, Kopi sebuah kisah dalam gelas, Kopi berdasarkan cara memegang gelas, Buku besar peminum kopi, Kopi berdasar teori konspirasi, kopi miskin dll.

(more…)

VN:F [1.8.4_1055]
Rating: 4.3/5 (15 votes cast)
VN:F [1.8.4_1055]
Rating: +6 (from 6 votes)
  • Facebook
  • Twitter
  • MySpace
  • Plurk
  • Blogger Post
  • Multiply
  • Share/Bookmark

Menu

Search

FlickR

flickrRSS probably needs to be setup





























widgeo.net

free counters


Adsense Indonesia


Produk SMART Telecom
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.