<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Studio Kata &#187; cinta di dalam gelas</title>
	<atom:link href="http://studiokata.web.id/tag/cinta-di-dalam-gelas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://studiokata.web.id</link>
	<description>Menulis itu Menyenangkan !!!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 May 2012 02:01:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Resensi &#8220;Cinta di Dalam Gelas&#8221;</title>
		<link>http://studiokata.web.id/resensi-cinta-di-dalam-gelas/</link>
		<comments>http://studiokata.web.id/resensi-cinta-di-dalam-gelas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 06:22:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin-SK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[andrea hirata]]></category>
		<category><![CDATA[bentang]]></category>
		<category><![CDATA[cinta di dalam gelas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://studiokata.web.id/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Cinta di dalam gelas, Lelaki Melayu, Kopi dan Catur Judul : Cinta di Dalam Gelas Penulis : Andrea Hirata Penerbit : Bentang Cetakan Pertama Juni 2010 Hal : 270 hal Setelah selesai membaca novel dwilogi Padang Bulannya Andrea Hirata, Cinta Di Dalam Gelas, saya jadi ketularan menganalisis. Ini opini, Mungkin diaduk dengan fakta atau bukan [...]<br /><a target="_blank" href="http://www.gdstarrating.com/"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/gd-star-rating/gfx/powered.png" border="0" width="80" height="15" /></a><br />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cinta di  dalam gelas, Lelaki Melayu, Kopi dan Catur</strong></p>
<p>Judul :  Cinta di Dalam Gelas</p>
<p>Penulis  : Andrea Hirata</p>
<p>Penerbit : Bentang</p>
<p>Cetakan  Pertama Juni 2010</p>
<p>Hal :  270 hal</p>
<p>Setelah  selesai membaca novel dwilogi Padang Bulannya Andrea Hirata, Cinta Di  Dalam Gelas, saya jadi ketularan menganalisis. Ini opini, Mungkin diaduk  dengan fakta atau bukan fakta. Quartet novel Laskar Pelangi ditutup  dengan novel keempatnya, Maryamah Karpov yang kurang mengesankan. Isi  novel dibawah ekspektasi pembaca. Juga judulnya ikut menjebak. Dengan  judul Maryamah Karpov yang sudah dipublikasikan sebelum buku terbit,  menggiring pembaca mengharap isinya kisah tentang Maryamah Karpov.  Tetapi nyatanya, buku tersebut tidak menggambarkan kisah Maryamah  Karpov. Bahkan nama tersebut hanya disinggung tak lebih dari 2 kali di  dalam novel tersebut. Saya sebagai pembaca agak binggung terhadap  pilihan judul buku. Kenapa harus diberi judul seperti itu. Apa  hubungannya dengan judul buku dan isi, kok tidak nyambung. Sebagian  teman berkomentar, wah ini novel kejar tayang. Apa ini karena tekanan  penerbit yang ingin memelihara momentum tetap nekat menerbitkan novel  Maryamah Karpov, meski isinya tidak nyambung? Atau apa ini model  strategi baru pemasaran novel? Isi novel keempat tidak sebagus 3 novel  sebelumnya. Dan ini mempengaruhi persepsi pembaca terhadap pengarang,  bahwa novel ini menjadi titik mulai declining grafik karyanya.</p>
<p>Novel  dwilogi Padang Bulang, tidak menunjukkan titik grafik declining. Novel  ini masih sejalan dengan quartet sebelumnya minus Maryamah Karpov. Malah  rasanya novel ini lebih tepat diberi judul Maryamah Karpov karena  memang bercerita tentang Enong yang bernama asli Maryamah bin Zamzami  alias Maryamah Karpov. Diberi tambahan nama Karpov karena dia berhasil  menjadi perempuan pertama sekaligus juara catur pertama 3 kali  berturut-turut dalam lomba catur 17 Agustusan di kampungnya Ikal dengan  menguasai teknik pertahanan benteng bersusun ala Grand Master Anatoly  Karpov melalui bimbingan Grand Master Ninochka Stronovsky.  Anatoly Karpov mengenalkan pada dunia dalam  pertandingan melawan Grand Master Calvo di Montila, Italia, tahun 1976.</p>
<p>Masih  melanjutkan kisah Enong alias Maryamah mengembalikan harga diri dan  eksistensinya melalui pertandingan catur. Juga perjuangan tak kenal  lelah dari Enong. Bahwa mimpi dan keinginan harus tetap diperjuangkan.  Tak ada yang tak mungkin. Asal berusaha keras pasti bisa tercapai. Hal  ini dibuktikan dengan perjuangan Enong dari anak yatim, jebolan kelas 6  SD, menjadi kuli tambang, gagal berumah tangga, tak bisa main catur dan  akhirnya bisa menjadi juara catur 3 kali berturut-turut dan memegang  piala abadi. Dan cita-citanya sebagai guru bahasa Inggris juga tercapai  dengan membuka kursus kecil-kecilan di kampungnya. Semua diraih dengan  upaya keras dan memelihara mimpi.</p>
<p>Novel  ini juga menunjukkan bahwa penulisnya memang kampiun bercerita. Pengidap  berat sakit gila nomor 99 yang berobsesi menganalisis segala hal dan  menghubungkan satu cerita dengan cerita lainnya. Satu tokoh dengan tokoh  lain. Tokoh yang diciptakan juga unik-unik, kalau tidak bisa dibilang  gila he..he.. Membuat peristiwa biasa menjadi peristiwa penting. Membuat  tokoh biasa menjadi tokoh penting. Menyiptakan istilah-istilah unik  tentang dunia perkopian, seperti Lelaki Melayu kopi dan catur, Kopi  sebuah kisah dalam gelas, Kopi berdasarkan cara memegang gelas, Buku  besar peminum kopi, Kopi berdasar teori konspirasi, kopi miskin dll.</p>
<p><span id="more-245"></span></p>
<p>Simak  nama para tokoh. Ada tokoh unik Detektif M Nur dengan burung daranya  yang bernama Jose Rizal ditambah Preman Cebol yang jadi asistennya hanya  gara-gara burung daranya diberi nama Ratna Mutu Manikam dan dilatih  oleh M Nur. Dari tokoh kelas udik, Matarom, playboy cap kapak dan juara  catur 2 kali, Sersan Kepala Zainuddin, polisi yang selama bertugas tak  pernah menembakkan sebutir pun peluru. Ajudan pemegang bantal ambeien,  ajudannya Zainuddin. Giok Nio, juragan ayam yang menjadi aktivis  perempuan, lelaki baik Go Kim Pho, Selamot si manajernya Maryamah yang  belum tahu arti kata manajer, Rustam si bujang lapuk kelas berat,  Hasanah, Mustahaq Davidson, Kapten Chip, Maulidi Djelimat, Paman, Alvin <em>and the chipmunks</em>, Modin,  Patriot  Trikora, Overste Djemalam, Grand Master nasional Abu Syafaat sampai  Grand Master Internasional Ninochka Stronovsky.</p>
<p>Juga  istilah unik, Kamus Inggris 1 Milyar Kata, Rezim Matarom, Octoceria,  player, ex-player, safety player, dokumen masuk, dokumen dalam proses di  kantor Detektif M Nur, Markas Pertemuan Buruh, skor bertanding latihan  Maryamah 658:0, permen lolipop dan permen telur cecaknya Alvin, Club  Catur di Timoer Matahari, Club Catur Kemenangan Rakyat adalah Kemenangan  Kita Semua,  Warung Kopi Tiga Tuntutan Rakyat,  Warung Kopi Usah Kau Kenang Lagi, Warung Kopi Bunga Serodja, Radio AM  Suara Pengejawantahan dll.</p>
<p>Ada  tokoh unik lain, blender yang diberi nama Yamuna, yang diambil dari  sungai suci di India. Bisa-bisanya penulis mempersonifikasikan blender  seolah menjadi seorang wanita he..he&#8230; Dia bisa berbicara, mengerling, <em>kiss bye</em> dan lain-lain. Yang unik adalah permintaan Yamuna  yang ingin diperlakukan adil dengan membalas perlakuan Paman waktu  mengoperasikan alat tersebut. Ini adalah konspirasi semua anggota Warung  Kopi Paman. Paman dibalas waktu sholat taraweh 21 rekaat dengan  ”dikondisikan” supaya berteriak keras yang mengakibatkan penyakit  selakangnya kumat dan harus meringis menahan sakit yang berlangsung 21  rekaat. Pulang berjalan terkangkang-kangkang seperti gorilla diringi  tawa krew warung Kopi Paman. Pembalasan yang elegan, katanya.  Bisa-bisanya membalas waktu sholat taraweh he..he..</p>
<p>Penulisnya  juga piawai membuat permainan catur menjadi menarik. Seperti permainan  sepak bola saja yang ditonton banyak kalangan. Mirip feature sepakbola  Sindunata, dosen Universitas Sanata Dharma di Harian Kompas pada saat  liputan piala dunia. Bila musim piala dunia, tulisan penulis buku Anak  Bajang Memburu Angin ini hadir menyambut setiap pertandingan. Tulisannya  menarik. Tidak sekedar pertandingan bola tetapi dihubungkan dengan  sejarah dan filosofi. Misal, sewaktu Inggris akan bertanding dengan  Argentina, tulisannya sampai menyerempet ke Perang Malvinas lengkap  dengan analisis dan bumbunya. Seolah-olah sepak bola menjadi heroik.</p>
<p>Dia kutip asal mula catur dari <em>chaturanga</em>. Dia namai club-club catur dengan nama gagah dan  lucu. Papan catur menjelma menjadi arena pertempuran betulan seperti di  Laut China Selatan yang bergelora. Dibumbui unsur magis dan klenik. Ada  tokoh Sang Empu Sesat dari Melidang, Panglima Ho Pho, Kwan Peng, Raja  berekor yang haus darah. Lain waktu, papan catur digambarkan sebagai  medan Perang Badar, Tiga ratus tiga belas tentara muslim melawan ribuan  tentara Quraisy. Digambarkan pionnya menjelma menjadi tujuh samurai:  Kambei Simada, Katsushiro, Kyuzo, Gorobei, Shichiroji, Heihachi dan  Kikuchiyo. Semangat perang laksana Braveheart –William Wallace dan para  pembebas Skotlandia. Berubah menjadi Power Ranger, Kura-Kura Ninja, <em>The Three Musketeers</em> sampai si Buta dari Gua Hantu lengkap  dengan monyetnya. Dikutip istilah catur seperti pembukaan Inggris,  pembukaan Spanyol, Guioco Piano, Grand Master Ludek Pachman, Formasi  Grunfeld Hindia dll. Tulisannya lebih heboh dari pertandingan  sesungguhnya.</p>
<p>Sebuah buku yang renyah yang memaksa saya menghabiskan liburan  Sabtu dan Minggu pagi yang berintik hujan untuk menuntaskan novel dan  resensinya. Hanya sayangnya, tetap ada yang tak logis. Satu  misal, <em>duration</em> waktu konsultasi dengan Grand Master  Ninochka Stronovsky melalui warung internet di Tanjung Pandan yang  jaraknya sekitar 100 km dari kampungnya Ikal. Yang tetap mengherankan,  alumni universitas ternama di Perancis yang bernama Ikal mau menjadi  pelayang warung kopi, tim sukses kejuaraan catur kelas kampong dan jadi  bujang lapuk. Sepertinya kontras. Semangat pada Laskar Pelangi untuk  meraih mimpi yang tinggi dan dapat tercapai dengan kuliah di Perancis,  tetapi setelahnya malah jadi pengamat warung kopi dan pengangguran kelas  berat. Malah membentuk organisasi persatuan bujang lapuk. <em>Walah</em>!  Ijasahnya sampai diragukan oleh ibunya sendiri dengan diterawangkan di  dekat jendela. Memang nyaman menulis gaya  paradoksal dengan menertawakan keadaan dari sudut pandang seorang  pengangguran dan bujang lapuk.</p>
<p>Tak usah terlalu  serius. Seperti juga penulisnya memberi judul dan membuat istilah yang  canggih-canggih tetapi lucu. Juga kesimpulan analisis yang kadang tak  nyambung. Pandang hidup dari berbagai sudut dan nikmati saja. Supaya  hidup kadang berwarna jingga, kadang berwarna pink atau putih. Asal  jangan berwarna hitam dan kelabu he..he.. Melihat penulisnya menguasai  betul sosiologi masyarakat Belitong dan Melayu udik lengkap dengan  cerita-cerita unik seputarnya, saya menduga, kisah novel ini masih  berlanjut. (Bontang, 25 Juli 2010, Sunaryo Broto)</p>
<br /><a target="_blank" href="http://www.gdstarrating.com/"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/gd-star-rating/gfx/powered.png" border="0" width="80" height="15" /></a><br /><p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fstudiokata.web.id%2Fresensi-cinta-di-dalam-gelas%2F&amp;linkname=Resensi%20%26%238220%3BCinta%20di%20Dalam%20Gelas%26%238221%3B" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fstudiokata.web.id%2Fresensi-cinta-di-dalam-gelas%2F&amp;linkname=Resensi%20%26%238220%3BCinta%20di%20Dalam%20Gelas%26%238221%3B" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/myspace?linkurl=http%3A%2F%2Fstudiokata.web.id%2Fresensi-cinta-di-dalam-gelas%2F&amp;linkname=Resensi%20%26%238220%3BCinta%20di%20Dalam%20Gelas%26%238221%3B" title="MySpace" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/icons/myspace.png" width="16" height="16" alt="MySpace"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/plurk?linkurl=http%3A%2F%2Fstudiokata.web.id%2Fresensi-cinta-di-dalam-gelas%2F&amp;linkname=Resensi%20%26%238220%3BCinta%20di%20Dalam%20Gelas%26%238221%3B" title="Plurk" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/icons/plurk.png" width="16" height="16" alt="Plurk"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/blogger_post?linkurl=http%3A%2F%2Fstudiokata.web.id%2Fresensi-cinta-di-dalam-gelas%2F&amp;linkname=Resensi%20%26%238220%3BCinta%20di%20Dalam%20Gelas%26%238221%3B" title="Blogger Post" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/icons/blogger.png" width="16" height="16" alt="Blogger Post"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/multiply?linkurl=http%3A%2F%2Fstudiokata.web.id%2Fresensi-cinta-di-dalam-gelas%2F&amp;linkname=Resensi%20%26%238220%3BCinta%20di%20Dalam%20Gelas%26%238221%3B" title="Multiply" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/icons/multiply.png" width="16" height="16" alt="Multiply"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://studiokata.web.id/resensi-cinta-di-dalam-gelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

