Janjiku
on May4 2010Janjiku
oleh:
Miranti Rasyid
Brakk, suara guci pecah terdengar lagi. Menurut perhitunganku ini sudah yang ketiga kalinya. Ini semua karena salahku. Seandainya, kebimbangan yang menyangkut masa depan itu tidak hadir dalam hidupku. Tidak ada dalam lika–liku hidupku. Mungkin hal ini tidak pernah terjadi. Sudahlah, penyesalan memang datang belakangan. Yang sekarang kulakukan hanyalah menunduk dalam-dalam. Mendengarkan dan merasakan betapa mengerikannya kemarahan ayah. Ya, ayah marah padaku. Kemarahannya memuncak setelah dia mengetahui semua yang telah aku perbuat di luar sana.



