<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Studio Kata &#187; Pelatihan Irak</title>
	<atom:link href="http://studiokata.web.id/tag/pelatihan-irak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://studiokata.web.id</link>
	<description>Menulis itu Menyenangkan !!!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 May 2012 02:01:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Proyek Pelatihan Untuk Irak</title>
		<link>http://studiokata.web.id/proyek-pelatihan-untuk-irak/</link>
		<comments>http://studiokata.web.id/proyek-pelatihan-untuk-irak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 13:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin-SK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan Irak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://studiokata.web.id/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Proyek Pelatihan Untuk Irak Oleh Sunaryo Broto Beberapa tahun lalu seantero dunia mengikuti berita tentang perang Irak dan Amerika. Berita ini menjadi peristiwa besar dan menjadi berita utama hampir semua media massa dunia. Disiarkan TV secara life show, dimuat di koran dan media on line. Bagaimana Amerika meluluhlantakkan Irak dan akhirnya menyeret Saddam Husein ke [...]<br /><a target="_blank" href="http://www.gdstarrating.com/"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/gd-star-rating/gfx/powered.png" border="0" width="80" height="15" /></a><br />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Proyek Pelatihan Untuk Irak</strong></p>
<p style="text-align: center;">Oleh Sunaryo Broto</p>
<p>Beberapa tahun lalu seantero dunia mengikuti berita tentang perang Irak dan Amerika. Berita ini menjadi peristiwa besar dan menjadi berita utama hampir semua media massa dunia. Disiarkan TV secara life show, dimuat di koran dan media on line. Bagaimana Amerika meluluhlantakkan Irak dan akhirnya menyeret Saddam Husein ke tiang gantungan. Berapa banyak infrastruktur di Irak hancur lebur karena peperangan tersebut. Berapa banyak jejak budaya hilang ditelan kesombongan perang. Baghdad yang merupakan kota tua dengan seribu satu ceritanya harus hancur dibombardir bom. Bisa dibilang peristiwa perang di Irak adalah typikal ambisi 2 manusia yang sama-sama merugikan peradaban manusia di muka bumi. Kesombongan George Bush dan Saddam Husein. Keduanya mempunyai kesombongan dalam sisi dan skala tersendiri. Seperti pepatah, gajah berperang dengan gajah, pelanduk mati di tengah-tengah. Berapa banyak yang jadi ”pelanduk”?Berapa banyak korban manusia? Berapa banyak bangunan runtuh? Berapa banyak kehilangan kesempatan? Berapa banyak kerugian trauma psikologi, nilai-nilai kemanusiaan, cerita lain akibat dari peperangan tersebut?</p>
<p><span id="more-164"></span>Saya kadang merasa bahwa belum melakukan apa-apa dalam skala besar. Saya hanya melakukan pekerjaan dalam skala local. Meski esensi yang saya lakukan terkadang penting tetapi karena skala local jadi seolah tak terlihat sebagai pekerjaan penting. Terlebih dengan masalah publikasi. Tetapi hal itu tak menyurutkan keinginan untuk selalu berbuat, sekecil apapun yang penting bermanfaat. Memanfaatkan waktu yang ada dan mengisinya karena waktu diisi atau tidak tetap saja berlalu. Kenapa tidak diisi saja dengan kegiatan yang bermanfaat? Minimal bermanfaat untuk diri sendiri. Syukur bisa bermanfaat buat orang lain. Ada hadist Nabi mengatakan kurang lebih, “Orang yang paling baik adalah yang memberi manfaat pada banyak orang.”</p>
<p>Perang Amerika dan Irak adalah peristiwa besar dan selama ini saya merasa belum pernah ada keterkaitan antara keberadaan saya sebagai manusia dengan sebuah peristiwa besar. Sekarang saya bisa berkata lain, ternyata ada aktivitas saya yang berhubungan dengan berita besar. Setidaknya aktivitas saya dapat bersinggungan dengan berita besar  tersebut.</p>
<p>Kok bisa? Apa saya tiba-tiba menjadi orang penting dan dapat menyelesaikan masalah akibat berita besar tersebut? Sederhana saja. Saya melakukan sesuatu karena akibat dari berita besar tersebut. Mungkin saya hanya sekrup kecil diantara sekian sistem mesin besar. Ibarat manusia dibanding dengan bumi he..he..</p>
<p>Di suatu sore di saat kantor sudah sepi, saya melihat di mail box komputer kantor saya ada surat dari teman yang meneruskan surat temannya dari perusahaan engineering ternama di Indonesia dan menanyakan tentang kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia) tempat saya bekerja. Kebiasaan saya membuka email di awal kerja atau di akhir kerja. Ada kemungkinan untuk melakukan proses <em>transfer knowledge</em> dengan perusahaan lain. Saya bekerja pada divisi SDM di sebuah perusahaan manufaktur. Tentunya saya jawab dengan baik surat tersebut dan saya ambil <em>opportunity</em>. Saya katakan bahwa karyawan di perusahaan kami mempunyai pengalaman dalam operasi dan pemeliharaan pabrik. Pernah melakukan <em>start up </em>pabrik di beberapa perusahaan di Bangladesh, Arab Saudi dan memberi pelatihan ke perusahaan Vietnam dan China. Kami juga mempunyai 5 pabrik dan sudah berpengalaman mengoperasikan lebih dari 25 tahun. Mereka tertarik dengan kompetensi karyawan kami dan kami janjian untuk membahas lebih lanjut di Jakarta.</p>
<p>Pada suatu pagi, kami datang bertiga bersama teman di perusahaan engineering tersebut di Jakarta. Saya kira ini rapat biasa dengan seorang kolega. Ternyata saya juga harus ketemu dengan wakil-wakil dari perusahaan ternama Jepang, M. Yokotsuka, dan seorang pejabat Deputy Minister of Ministry of Industry &amp; Minerals dari Irak, Mr. Ali Muhamad. Ada ahli dari Jepang, Profesor Nakamura, seorang profesor konsultan. Orang Jepang seperti biasa teliti dan sudah menyiapkan beberapa data untuk konfirmasi. Delegasi Irak, wajahnya khas Timur Tengah dan tak banyak bicara. Senyumnya tenang dan dalam. Intinya, mereka membawa misi ingin memperbaiki keadaan di Irak pasca perang khususnya untuk operasional pabrik. Mereka mempunyai problem. Ada pabrik urea di Baiji, sekitar 400 km arah utara Baghdad yang terbengkelai karena perang Amerika-Irak. Pabrik tersebut awalnya beroperasi normal dan menghasilkan urea. Tetapi karena kondisi tak memungkinkan dan situasi daerah yang tak aman pabrik menjadi tak terurus. Pabrik ditinggalkan dan karyawannya mengungsi. Beberapa peralatan rusak dan pabrik dibiarkan merana. Pabrik sudah tidak beroperasi selama 10 tahun. Siapa yang berani mengoperasikan kalau masih ada perang? Darimana sumber gas dan listriknya untuk mengoperasikan pabrik? Ada puluhan pabrik seperti itu di Irak. Semua perlu perbaikan. ”Wah jika <em>deal</em>, akan ada proyek besar..he..he..,” kataku dalam hati. Tentunya kami ingin menangkap <em>oportunity</em> ini.</p>
<p>Irak adalah negeri seribu satu malam. Sejak saya kecil saya sudah mendengar nama Baghdad, sebuah kota laksana dongeng. Negeri yang melimpah segala macam makanan, minuman, anggur dll. Istana yang indah dan perhiasan yang berkilauan. Di masa silam juga dikenal peradaban Mesopotamia yang merupakan salah satu peradapan tertua manusia. Ada juga cerita Taman Bergantung dari Babilonia yang merupakan salah satu keajaiban dunia kuno.</p>
<p>Singkat cerita kami sepakat dengan Tim dari Irak melalui perusahaan Jepang untuk mengadakan pelatihan di Bontang dengan mengajari karyawan pabrik urea Baiji untuk melakukan pelatihan inspeksi teknik, start up operasi, pemeliharaan pabrik dan mengelola SDMnya. Ibarat mobil yang sudah lama mogok, akan kita ajari bagaimana mengecek kondisi mesin dan memperbaikinya bila rusak. Kalau sudah bagus bagaimana menstart mobil dan menjalankannya.</p>
<p>Kami lalu menyiapkan dokumen dan administrasinya menyangkut kontrak, bahan presentasi dan skedul. Kami rapat beberapa kali. Ada dokumen bahan-bahan pelatihan yang harus kami kirim duluan.</p>
<p>Selang beberapa waktu kemudian proyek ini jalan dengan merevisi beberapa kali skedul. Ada masalah di luar kendali kami. Rombongan dari Irak kesulitan mendapatkan visa dari Indonesia. Lho? Bukannya kita sama-sama negeri yang mayoritas muslim bisa lebih mudah? Ternyata tak sesederhana itu. Irak untuk dunia internasional sudah harus mendapat perlakuan khusus bila <em>apply</em> visa. Mereka mengurangi jumlah rombongan dengan alasan tidak mendapat visa. Waktu saya ketemu dengan staf dari perusahaan Jepang yang membantu mengurus visa hanya berkomentar, ”Tak mudah mengurus visa dari Irak&#8230;”</p>
<p>Mereka –berjumlah 14 orang- terbang dari Baghdad melalui Yordania dan Jakarta. Lalu dari Jakarta ke Balikpapan dan dilanjutkan dengan bus ke kota saya. Kami sambut hangat seperti orang Timur menyambut tamunya. Pemimpin rombongan Abas Khider Raheem tersenyum ramah. Saya juga mengenal beberapa nama lain, Ali Mohammed Abedalwahed. Juga nama lain Yaarub Khalil Ibraheem yang berbadan kecil tinggi. Pria berkumis Amer Majeed Musear yang ramah. Rombongan hampir semuanya engineer dengan pengalaman lebih dari 5 tahun. Mereka lulusan universitas ternama di Irak antara lain Baghdad University, Universitas Mustansiriya, University of Mosul, University of Basra dll. Rasanya semua tamu ramah. Tak ada sama sekali profil garang atau teroris.</p>
<p>Setelah acara seremonial penyambutan sederhana kami memulai pelatihan. Saya hanya memfasilitasi pelatihan dan ada beberapa instruktur dari karyawan perusahaan kami. Dengan bahasa Inggris sederhana kami ajari mereka tentang peralatan pabrik. Bahasa Inggris mereka lumayan bagus. Kami saling mengerti dengan bahasa Inggris yang sederhana. Kata seorang teman, bila berkomunikasi dengan orang dari bangsa yang bukan memakai bahasa Inggris sebagai bahasa nasional malah enak. Beda kalau mengajar orang Eropa atau Amerika. Ada gap kompetensi tentang bahasa. Kalau dengan Irak karena sama-sama tak terlalu bagus bahasanya malah bisa <em>nyambung</em> komunikasinya. Kami sharing tentang proses produksi pabrik dan pemeliharaan alat. Ada peragaan alat dan bagaimana cara mengoperasikannya. Pelatihan kami bagi dengan 2 cara, di kelas dan di pabrik langsung. Kami ajak rombongan melihat langsung kondisi pabrik yang sedang beroperasi di lapangan.</p>
<p>Bila libur, kami ajak rekreasi di daerah sekitar. Mereka senang sekali. Bisa dibayangkan, dari negeri yang tak aman dan gersang ke negeri aman tentram dan hijau penuh hutan. Sekali waktu kami rehat dan mengobrol. Tentunya kami tanya tentang kondisi negeri Irak. Mereka jawab, satu dua bom masih ada tetapi kondisi berangsur membaik. ”<em>It is growing improve situation&#8230;</em>’” katanya patah-patah. Kami cerita tentang kondisi sepakbola tanah air dan memuji sepakbola Irak yang baru saja memenangkan juara Piala Asia tahun 2007. ”Younis Mahmoud pemain bagus&#8230;,” puji kami. Mereka senang dan bangga. Heran juga kami, negerinya saja masih disibukkan dengan urusan perang tetapi tim sepakbolanya bisa bagus. Fisik mereka memang tinggi, besar dan kuat.</p>
<p>Hampir tak ada keluhan dari para instruktur. Ada dua minggu mereka di kota saya. Sayapun menemani satu dua orang. Kesan saya mereka ramah. Mereka suka makan daging kambing dan roti. Pada waktu penutupan acara di suatu pub, tak ada musik yang mengiringi. Setelah saya tanya pada seorang penterjemah mereka tidak suka ada penyanyi wanita. Jangan sampai ada nyanyian dengan suara wanita. Budaya mereka tidak mengenal bertepuk tangan.</p>
<p>Saya kenal akrab seorang peserta. Kami memanggilnya Ali. Bahasa Inggrisnya bagus. Belakangan saya tahu ternyata dia juga nyambi sebagai guru bahsa Inggris. Kami berbincang tentang kondisi SDM di masing-masing tempat. Meski berita bom tak ada habisnya di Irak tetapi perkuliahan masih tetap berlangsung. Perusahaan lain juga sudah beroperasi normal. Untuk gaji engineer yang pengalaman mereka gajinya tinggi. Setelah mereka pulang saya coba kontak Ali melalui email. Lewat 4 minggu baru dijawab email saya dengan bahasa Inggris yang ejaan penulisannya campur Arab sedikit. Dia mohon maaf karena tidak bisa langsung membalas email karena tidak setiap hari bisa buka internet. Dia baru bisa buka dan membalasnya. Dia senang sekali dapat kesempatan ke Indonesia. Banyak hal yang sudah dipelajarinya. Sesampainya di sana anak dan istrinya sangat gembira menyambutnya. Salam untuk semua instruktur. Dia sangat berkesan dengan sambutan Indonesia.</p>
<p>Dari pelatihan ini kami mendapat pengalaman internasional dengan mengajar dan bergaul dengan warga negara lain. Saya memang tidak sampai pergi ke Kirkuk, Mosul atau Basra. Pasport saya belum ada capnya Negara Irak. Tetapi paling tidak nama saya mewakili Departemen Pengembangan SDM terbawa di sertifikat mereka sampai Baiji, 350 km sebelah utara Bagdad. Setidaknya aktivitas kecil saya ada hubungannya dengan peristiwa besar. Perang Irak Amerika memang telah menghancurkan sebagian negara Irak. Proyek pelatihan ini setidaknya upaya untuk merehabilitasi sebagian kecil dari kehancuran tersebut.</p>
<p>Ada pesan di akhir email yang masih membekas di benak. ”Tak ada seorangpun yang senang ada perang di negerinya. Perang bisa merenggut segalanya. Sekolah, universitas, pasar, tempat ibadah, rumah sakit, pabrik dan segala kehidupan akan hancur. Tak mudah juga menatanya kembali. Semoga ini menjadi pengalaman berharga bagi semua orang&#8230;” Juga satu dua pernyataan mereka. ”Saddam Husein hanya manusia biasa yang tak sempurna. Dia bisa saja bersalah. Terlebih Bush!&#8230;”</p>
<p>Akhir-akhir ini semakin sering kami mendengar berita ledakan bom di Irak. Rencana pelatihan yang sebenarnya masih akan berlanjut terus tetapi sampai sekarang belum juga jelas kelanjutannya. Awalnya kami mendengar ada kesulitan mendapatkan visa. Tapi sekarang dengan ada berita ledakan bom, jangan-jangan keamanan mulai terganggu lagi. Mr. Barack Obama bagaimana dengan janji anda untuk membuat aman dan menarik pasukan di Irak? (Bontang, akhir 2009)</p>
<br /><a target="_blank" href="http://www.gdstarrating.com/"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/gd-star-rating/gfx/powered.png" border="0" width="80" height="15" /></a><br /><p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fstudiokata.web.id%2Fproyek-pelatihan-untuk-irak%2F&amp;linkname=Proyek%20Pelatihan%20Untuk%20Irak" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fstudiokata.web.id%2Fproyek-pelatihan-untuk-irak%2F&amp;linkname=Proyek%20Pelatihan%20Untuk%20Irak" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/myspace?linkurl=http%3A%2F%2Fstudiokata.web.id%2Fproyek-pelatihan-untuk-irak%2F&amp;linkname=Proyek%20Pelatihan%20Untuk%20Irak" title="MySpace" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/icons/myspace.png" width="16" height="16" alt="MySpace"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/plurk?linkurl=http%3A%2F%2Fstudiokata.web.id%2Fproyek-pelatihan-untuk-irak%2F&amp;linkname=Proyek%20Pelatihan%20Untuk%20Irak" title="Plurk" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/icons/plurk.png" width="16" height="16" alt="Plurk"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/blogger_post?linkurl=http%3A%2F%2Fstudiokata.web.id%2Fproyek-pelatihan-untuk-irak%2F&amp;linkname=Proyek%20Pelatihan%20Untuk%20Irak" title="Blogger Post" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/icons/blogger.png" width="16" height="16" alt="Blogger Post"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/multiply?linkurl=http%3A%2F%2Fstudiokata.web.id%2Fproyek-pelatihan-untuk-irak%2F&amp;linkname=Proyek%20Pelatihan%20Untuk%20Irak" title="Multiply" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/icons/multiply.png" width="16" height="16" alt="Multiply"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://studiokata.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://studiokata.web.id/proyek-pelatihan-untuk-irak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

